Pengumuman Kelulusan SMK Swasta Kesehatan Muhammadiyah Bireuen TP. 2018-2019


Selamat untuk kalian semuanya yang telah bekerja keras selama tiga tahun, jadikan kelulusan kalian sebagai tonggak awal kembali dalam meraih cita-cita dan kehidupan yang lebih baik di perguruan tinggi atau dunia kerja.

Melalui tulisan singkat ini kita menyampaikan ucapan SELAMAT kepada kalian semua yang telah lulus Ujian Nasional. 

Ingat, kelulusan ini bukanlah akhir perjuangan… Justru kelulusan ini merupakan langkah awal menuju perjuangan baru kalian…

Kesuksesan yang sesungguhnya hanya datang pada mereka yang siap menerimanya.....

Cara Efektif untuk Mencegah Bibir Tetap Sehat dan Tak Pecah-Pecah


Memiliki bibir pecah-pecah pasti sangat membuat geram. Selain membuat riasan bibir sulit menempel dengan sempurna, kondisi ini juga terkadang membuat Anda tak bisa menahan diri untuk mengelupaskan kulit bibir yang kering. Akibatnya, hal ini justru membuat bibir menjadi perih bahkan hingga berdarah. Untuk menghindari hal ini, yuk cegah dengan berbagai cara berikut ini.

Untuk mencegah bibir pecah-pecah tentu Anda harus menghindari berbagai penyebabnya. Cuaca dingin, paparan sinar matahari, angin, dehidrasi, hingga bernapas melalui mulut menjadi penyebab paling umum dan utama. Nah, untuk mencegah masalah yang muncul pada bibir, berikut hal yang perlu Anda lakukan:

1. Hentikan kebiasaan menjilat bibir
Apakah Anda punya kebiasaan menjilat bibir? Jika iya dan Anda sering mengalami bibir pecah-pecah karena hal ini mulai sekarang hentikan kebiasaannya. Pasalnya air liur ternyata bisa menghilangkan minyak alami pada bibir. Oleh karena itu, kebiasaan membasahi bibir dengan menjilatnya membuat bibir kering dan pecah-pecah.

2. Rajin mengoleskan pelembap bibir
Untuk mencegah bibir pecah-pecah, Anda harus rajin mengoleskan pelembap bibir seperi minyak zaitun, petroleum jelly, atau lip balm. Apapun jenisnya, pastikan untuk mengoleskannya di pagi hari dan sebelum Anda beranjak tidur. Anda juga bisa memakainya kapan pun saat bibir mulai terasa kering.

3. Rutin mengeksfoliasi kulit bibir
Eksfoliasi menjadi salah satu proses penting untuk mencegah bibir pecah-pecah. Anda bisa mengeksfoliasi bibir setelah menyikat gigi. Sikatlah bibir menggunakan sikat gigi dengan lembut saat mandi. Selain itu, Anda juga bisa melakukan eksfoliasi menggunakan butiran gula yang dicampur dengan madu atau minyak zaitun.

4. Banyak minum air putih
Dehidrasi menjadi salah satu pemicu kekeringan pada bibir dan juga kulit. Oleh karena itu, Anda perlu minum cukup air untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dengan begitu, bibir tetap terlihat sehat dan segar tanpa adanya bagian yang kering dan pecah-pecah.

5. Bernapas melalui hidung, bukan mulut
Bernapas melalui mulut bisa membuat bibir kering akibat udara yang terus-terusan diembuskan setiap waktu. Untuk itu, usahakan untuk menghirup dan mengembuskan napas melalui hidung agar bibir Anda terhindar dari kekeringan yang membuatnya permukaanya pecah.


SERBA - SERBI SMK KESEHATAN

https://www.smkkesehatanbireuen.sch.id/2019/02/serba-serbi-smk-kesehatan.html

BIDANG dan JURUSAN SMK
KESEHATAN dan PEKERJAAN SOSIAL

Kesehatan merupakan salah satu bidang ilmu yang terus berinovasi dari masa ke masa. Industri kesehatan banyak mendapat pengaruh dari sektor ekonomi, sains, dan teknologi. Berkembangnya industri kesehatan tentu membutuhkan tenaga-tenaga profesional dengan keahlian yang mumpuni. Nggak hanya perguruan tinggi, institusi sekolah kejuruan, dalam hal ini SMK, pun turut berkontribusi dalam mencetak tenaga-tenaga ahli yang paham mengenai bidang kesehatan.

Kini, untuk jenjang SMK sendiri, bidang kesehatan telah bergabung dengan bidang pekerjaan sosial. Karena, seiring perkembangan zaman, kesadaran akan tenaga pelayanan sosial untuk melengkapi layanan kesehatan semakin penting karena tidak melulu aspek fisik dan biologis yang harus diperhatikan dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan, namun juga aspek sosial dan psikologisnya.

Bidang Study SMK Kesehatan

Bidang Ilmu Kesehatan dan Pekerjaan Sosial mencakup 5 Program Keahlian yang masing-masing dipecah lagi ke dalam Kompetensi Keahlian atau Jurusan. Program-program tersebut adalah:

Keperawatan
  • Asisten Keperawatan
Kesehatan Gigi
  • Dental Asisten
Teknologi Laboratorium Medik
  • Teknologi Laboratorium Medik
Farmasi
  • Farmasi Klinis dan Komunitas
  • Farmasi Industri
Pekerjaan Sosial
  • Social Care (Keperawatan Sosial)
  • Caregiver
Sejarah dan Perkembangan

Cikal bakal studi bidang kesehatan sudah ada sejak zaman sebelum Masehi di Mesir, Cina, hingga Yunani dan Romawidari pada praktek-praktek pengobatan kunonya. Tokoh yang terkenal adalah Hippocrates, yang dianggap sebagai Bapak Ilmu Kesehatan di Barat. Kemudian, di akhir tahun 900 Masehi ada pula Avicennadari timur tengah yang mendalami ilmu kesehatan. Pada abad ke-9, sekolah Kesehatan (Kedokteran) pertama berdiri di Italia. Ilmu kesehatan pun mulai berkembang.

Sejarah studi kesehatan di Indonesia sendiri dimulai sebelum zaman kemerdekaan, yaitu dengan berdirinya sekolah kedokteran, Dokter-Jawa tahun 1851 dan STOVIA di tahun 1902. Alasan Belanda mendirikan sekolah medis adalah untuk mengatasi berbagai wabah penyakit, sebab pengobatan tradisional dianggap tak mampu lagi mengatasinya. Industri kesehatan yang berkembang pesat sejak tahun 1950-an, membawa perubahan di banyak aspek terutama terutama produksi obat-obatan dan usaha rumah sakit. Industri ini pun terus maju seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.

Gambaran Bidang Kesehatan dan Pekerjaan Sosial di Indonesia

Meski dalam 2 dekade terakhir Indonesia terbilang berhasil mengembangkan sektor kesehatan dengan penekanan angka kematian bayi, namun nyatanya Indonesia juga masih memiliki banyak PR terkait bidang krusial yang satu ini. Proporsi dokter dan petugas medis serta kuota rumah sakit dan puskesmas yang ada di Indonesia masih berada di bawah standar WHO, dan ini membuat kita termasuk tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik. Bahkan di beberapa daerah terpencil, tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan masih sulit sekali ditemukan.

Di sinilah pendidikan berperan dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional demi mencukupi kebutuhan tersebut. Sebagai sebuah institusi yang bertujuan mencetak lulusan siap kerja, SMK pun ikut serta berkontribusi mendidik generasi muda yang terampil dalam praktik-praktik kesehatan.

Meski sempat melalui beberapa penolakan, pada tahun 2014 pemerintah akhirnya mengakui lulusan SMK Kesehatan sebagai tenaga profesional yang dapat berkarir di institusi penyedia layanan kesehatan. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, seorang lulusan SMK dapat bekerja sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.

Sementara itu, seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan usia harapan hidup, kebutuhan akan tenaga kerja kesehatan homecare pun ikut mengalami kenaikan. Di sinilah lulusan bidang Kesehatan dan terutama Pekerjaan Sosial berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Prospek Karir

Jika berdasarkan Undang-Undang yang ada, prospek karir utama dari seorang lulusan SMK Kesehatan adalah sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.

Asisten Tenaga Kesehatan sendiri terdiri atas:
  • Asisten Perawat
  • Asisten Tenaga Kefarmasian
  • Asisten Dental
  • Asisten Teknisi Laboratorium Medik
  • Asisten Teknisi Pelayanan Darah
Sementara itu, untuk bidang pekerjaan sosialnya sendiri, prospek karir yang bisa dimasuki oleh lulusan SMK adalah sebagai pekerja sosial di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun lembaga sosial milik pemerintah. Selain itu, mereka juga bisa bekerja di perusahaan penyedia layanan homecare yang kini telah banyak menjamur di berbagai daerah di Indonesia.

Jurusan Kuliah yang Relevan:
  • Ilmu Keperawatan 
  • Pendidikan Dokter 
  • Kebidanan 
  • Teknologi Laboratorium Medik (Analis Kesehatan) 
  • Farmasi 
  • Kesehatan Masyarakat 
  • Okupasi Terapi 
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja 
  • Fisioterapi 
  • Pendidikan Apoteker 
  • Pendidikan Dokter Gigi 
  • Ilmu Kesejahteraan Sosial 
  • Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 
Sumber : youthmanual.com

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMK SWASTA KESEHATAN MUHAMMADIYAH TP. 2019/2020


SMK KESEHATAN MUHAMMADIYAH BIREUEN TELAH MENERIMA 
PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Pada kesempatan kali ini admin akan memeberikan informasi tentang Pendaftaran Siswa Baru yang tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Mandrasah Tsanawiyah (MTs) yang akan lulus pada tahun 2019.

Tahun ajaran baru menjadi momen yang paling ramai dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia karena pada tahun ajaran baru setiap sekolah melakukan penerimaan siswa baru.

Salah satu tujuan penyelenggara penerimaan siswa baru yaitu menjaring calon siswa baru di sekolah yang dituju.

Dengan demikian, maka calon penerima siswa baru yang mampu memenuhi ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan, maka tidak akan dinyatakan lulus seleksi.

Maka bagi anda para orang tua harus dapat memberikan nasehat untuk anak-anak anda agar mereka mau belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi masuk ke sekolah yang dituju yaitu SMK Swasta Kesehatan Muhammadiyah Bireuen salah satunya.

Pendaftaran siswa baru SMK Swasta Kesehatan Muhammadiyah dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan cara calon siswa baru datang kesekolah yang dituju dengan persyaratan pendaftaran untuk mendaftar pada panitia seleksi.

Kepala Sekolah

Kepala Sekolah
Usman, S.Pd

Halaman Facebook

Copyright © SMKS KESEHATAN MUHAMMADIYAH BIREUEN