Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dinamika Kelompok dalam Keperawatan

Dinamika Kelompok dalam Keperawatan

Dinamika kelompok merupakan pembelajaran tentang bagaimana individu membentuk dan memfungsikan dirinya dalam suatu struktur kelompok. Dalam dinamika kelompok diharapkan terjadi interaksi antar anggota kelompok untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam pelayanan keperawatan yang berkualitas diperlukan adanya interaksi kerja yang baik dalam kelompok. Pada sebuah kelompok atau tim yang solid diperlukan kerja sama dan hubungan interpersonal yang baik. Di dalam dinamika kelompok kita dapat mengetahui cara untuk mencapai keharmonisan kelompok supaya tujuan bersama dapat tercapai. Di dalam manajemen keperawatan tujuan yang dicapai adalah terciptanya lingkungan kerja yang kondusif sehingga tugas asuhan keperawatan dapat tercapai dengan efektif dan efisien

A. Pengertian Dinamika

Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.

B. Pengertian Kelompok

Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y. Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain.

Kurt Lewin berpendapat ”the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence”. H. Smith menguraikan bahwa kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota kelompok:

  1. Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
  2. Adanya saling menghomati di antara anggota-anggotanya
  3. Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
  4. Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok

Menurut Reitz (1977) kelompok mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Terdiri dari dua orang atau lebih
  2. Berinteraksi satu sama lain
  3. Saling membagi beberapa tujuan yang sama
  4. Melihat dirinya sebagai suatu kelompok

Kesimpulan dari berbagai pendapat ahli tentang pengertian kelompok adalah kelompok tidak terlepas dari elemen keberadaan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

C. Pengertian Dinamika Kelompok

Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Dinamika kelompok juga dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah.

Dinamika kelompok mempunyai beberapa tujuan, antara lain:

  1. Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai
  2. Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain
  3. Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota kelompok
  4. Menimbulkan adanya i’tikad yang baik diantara sesama anggota kelompok.

Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai pribadi yang masuk ke dalam kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda, belum mengenal antar individu yang ada dalam kelompok. Mereka membeku seperti es. Individu yang bersangkutan akan berusaha untuk mengenal individu yang lain. Es yang membeku lama-kelamaan mulai mencair, proses ini disebut sebagai “ice breaking”. Setelah saling mengenal, dimulailah berbagai diskusi kelompok, yang kadang diskusi bisa sampai memanas, proses ini disebut ”storming”. Storming akan membawa perubahan pada sikap dan perilaku individu, pada proses ini individu mengalami ”forming”. Dalam setiap kelompok harus ada aturan main yang disepakati bersama oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua anggota kelompok, proses ini disebut ”norming”. Berdasarkan aturan inilah individu dan kelompok melakukan berbagai kegiatan, proses ini disebut ”performing”.

Pentingnya dinamika kelompok dikarenakan individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat, individu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupannya. Dalam masyarakat yang besar, perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik Masyarakat yang demokratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja dengan efektif

D. Fungsi Dinamika Kelompok

Dinamika kelompok sudah menjadi kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:

Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. (Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.)

Memudahkan segala pekerjaan. (Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain)

Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian. (pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing / sesuai keahlian)

Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat (setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat)

E. Ciri-ciri dari kelompok

Anggota kelompok setidaknya mempunyai satu tujuan bersama.

  1. Hubungan dalam kelompok harus memberikan suatu pengaruh kepada anggotanya.
  2. Dalam kelompok selalu ada perbedaan tingkat atau status.
  3. Setiap anggota kelompok mengikuti standar norma dan nilai tertentu.

F. Pembentukan Kelompok

Proses pembentukan kelompok dapat diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi kebutuhan. Setelah memiliki perasaan yang sama akan timbul motivasi dalam memenuhinya, kemudian menentukan tujuan yang sama dan akhirnya terjadi interaksi sehingga terwujud sebuah kelompok.

Fungsi Dinamika Kelompok

Fungsi dinamika kelompok secara umum yaitu:

  1. Antara individu satu dengan yang lain akan terjadi kerja sama saling membutuhkan, karena individu akan saling membutuhkan dalam meghadapi persoalan hidup.
  2. Melalui dinamika kelompok individu akan lebih memudahkan dalam segala pekerjaan dan orang akan mengetahui kelemahan dalam bekerja.
  3. Segala pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dapat teratasi, mengurangi beban kerja yang terlalu besar sehingga waktu dapat diatur secara tepat, efektif, dan efisien.
  4. Akan lebih meningkatkan masyarakat yang demokratis.

Keperawatan Komunitas

Keperawatan komunitas adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat komunitas, dengan mengikutertakan tim kesehatan lainnya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi bagi individu, keluarga dan masyarakat.

Sesuai dengan paradigma baru keperawatan maka kegiatan yang dilaksanakan adalah upaya promotif, preventif tanpa melupakan upaya kuratif dan rehabittatif.

Penerapan Konsep dinamika kelompok pada keperawatan komunitas

Penerapan konsep dinamika kelompok pada keperawatan komunitas tidak lepas dari dua komponen kelompok yaitu kelompok perawat dan kelompok kumunitas (masyarakat). Dinamika kelompok yang terjadi tidak hanya di dalam kelompoknya saja tetapi sudah berintegrasi dengan kelompok lain.

Dinamika kelompok dalam kelompok perawat adalah terbentuknya suatu kesatuan tujuan dan tindakan yang berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan yang dialami masyarakat, bekerja sama dengan mengabaikan konflik dan perbedaan sehingga tercapai suatu keputusan bersama..

Dinamika kelompok yang terjadi dalam masyarakat yaitu terbentuknya kemandirian yang didukung kebersamaan, rasa saling membutuhkan dan menganggap masalah kesehatan anggota masyarakat (keluarga lain) adalah merupakan masalah kesehatan bersama sehingga perlu diatasi bersama.

Keterlibatan kedua pihak membentuk kelompok tersendiri yang mempunyai tujuan bersama untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada dengan memanfaatkan sumberdaya yang dipunyai oleh masing-masing pihak. Perawat dengan keterapilan dan pengetahuannya, masyarakat dengan kemandiriannya. Kelompok baru ini terdiri dari perawat, keluarga, dan masyarakat yang saling berinteraksi, bekerja sama.

Sesuai dengan fungsi dan tujuan dari dinamika kelompok maka konsep yang dijalankan antara perawat dan masyarakat (komunitas) dalam kegiatan keperawatan komunitas yakni melakukan kerjasama dalam pekerjaan, mengatasi permasalahan bersama secara demokratis untuk mencapai tujuan bersama (Sehat).

Keputusan kegiatan keperawatan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak dan merupakan hasil dari kesepekatan bersama. Kegiatan keperawatan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan prosedur/tata laksana didukung peran serta masyarakat.

Pola Komunikasi dalam Kelompok

Tahap dalam proses komunikasi

Proses penerimaan pesan yang bersifat baru ini dibedakan atas lima tahap, yaitu:

  1. AwarenessInterest adalah tahap dimana seseorang yang telah menyadari adanya pesan yang disampaikan,
  2. Interest adalah tahap dimana seseorang menyadari adanya pesan yang disampaikan dan mulai merasa tertarik.
  3. Evaluation adalah tahap dimana seseorang setelah memiliki keterangan yang lengkap, mulai melakukan penilaian terhadap pesan yang disampaikan.
  4. Trial adalah tahap dimana seseorang setelah menimbang-nimbang pesan yang diterimanya, mulai melaksanakan pesan tersebut.
  5. Adoption adalah tahap dimana seseorang setelah melakukan uji coba timbul kepuasan dan karenanya akhirnya dapat menerima pesan tersebut yang dapat dilihat dari perilaku orang tersebut.

Pola komunikasi kelompok

Pola berbentuk lingkaran, menghasilkan kecepatan kelompok yang lambat, keakuratan yang buruk, tidak muncul pemimpin informal, kepuasan kerja yang sangat baik, dan kelenturan yang cepat terhadap perubahan.

Pola berbentuk rantai,, menghasilkan kecepatan penampilan kerja, keakuratan yang baik, meningkatnya kemungkinan akan munculnya pemimpin, kepuasan kerja yang buruk, dan kelenturan yang lambat untuk perubahan.

Pola berbentuk jeruji roda, menghasilkan penampilan kerja cepat, keakuratannya baik, kepuasan kerjanya cenderung menjadi buruk, dan kelenturan untuk berubahnya lambat.

Peran Kelompok

Peran pemimpin

Perilaku pemimpin formal dalam suatu kelompok dapat bervariasi dari kontrol total sampai pendelegasian atau kontrol oleh kelompok. Ini berarti fungsi-fungsi yang diperlukan untuk menggerakkan sebuah kelompok ke arah tujuannya dapat dipegang oleh pemimpin atau dapat menjadi tanggung jawab anggota.

Pemimpin dapat berfungsi dalam mengorganisir dan mendefinisikan peran-peran serta kegiatan para anggota kelompok. Pertimbangan pemimpin dalam mengambil keputusan melibatkan komunikasi dua arah, menjawab kebutuhan kelompok melaui meminta pendapat, keinginan, dsb. Pemimpin mungkin juga dibutuhkan untuk konsultasi, memberikan pengarahan, atau untuk memberikan motivasi.

Peran anggota kelompok

Leader: Peran leader ditampilkan dengan pemberian opini, membuat sugesti, memberi contoh, pengulangan, penjelasan, dan menjawab pertanyaan.

Evaluator: Seorang evaluator akan memberi informasi, kritis, menyatakan ketidakpercayaan, menyebut pengecualian.

Problem solve: Menanyakan untuk pengulangan, menanyakan untuk opini, memberi interpretasi, bertanya, media ketidaksepakatan.

Moral supporter: Pesan yang disampaikan menenangkan, memberi pujian, memberi komentar yang tidak relevan.

Idea generator: Dalam menyampaikan ide dan pendapat sebaiknya ada pada setiap anggota kelompok.

Materi dan Bahan Ajar Konsep Dasar Keperawatan

Bab 1 Konsep Dasar Sejarah Keperawatan

Bab 2 Falsafah dan Paradigma Keperawatan

Bab 3 Standar Profesional Dalam Pelayanan Keperawatan

Bab 4 Keperawatan Sebagai Profesi

Bab 5 Dinamika Kelompok dalam Keperawatan

Bab 6 Model Praktik Keperawatan

Bab 7 Pendidikan Keperawatan

Bab 8 Trend Keperawatan di Masa Yang Akan Datang

Bab 9 Sistem Pelayanan Kesehatan

Bab 10 Peran, Fungsi, dan Tugas Perawat

Bab 11 Berpikir Kritis dan Pengambilan Keputusan

Bab 12 Kode Etik dalam Keperawatan

Bab 13 Isu Etik Dalam Praktik Keperawatan

Bab 14 Prinsip-Prinsip Legal dalam Praktik Keperawatan

Bab 15 Aspek Hukum dalam Keperawatan

Bab 16 Perlindungan Hukum dalam Praktik Keperawatan

Posting Komentar untuk "Dinamika Kelompok dalam Keperawatan"